Merry Christmas di bulan Nopember…
Mati Ketawa Gaya Korea 25
|
B
|
ulan November
belumlah terlalu lama umurnya, sementara ucapan selamat natal dari beberapa
gadis Korea telah begitu sering terlontar setiap jam pulang untuk anggota tim
Balitbang yang berkantor di lantai 3 CRDC. Awalnya hal tersebut dianggap
sebagai salah ucap saja, dimaklumi saja, karena bagaimanapun bahasa Inggris
adalah bukan bahasa ibu mereka, sehingga anggap saja mereka salah ucap. Anggap
saja sebenarnya mereka ingin mengucapkan selamat malam, tetapi salah ucap
menjadi selamat natal, “Merry Christmas”. Kejadian yang sama berulang untuk
keesokan harinya pada jam yang sama dan untuk orang yang sama. Lagi dan lagi
untuk beberapa hari kemudian. “Wah, kalau begini nampaknya ada yang salah nich
!, masak masih jauh dari Desember sudah mengucapkan selamat natal”, mungkin itu
yang terlintas dipikiran beliau. Oleh karena itu pada hari berikutnya
direncanakanlah untuk menanyakan apa maksudnya, ucapan Merry Christmas ini.
Pada kisaran jam yang sama akhirnya ucapan itu muncul lagi. Dengan sigap segera
ditanyakan apa maksudnya ucapan itu, wong Natal masih jauh. Namun apa daya,
gadis si pengucap selamat natal ini malah tertawa cekikikan sambil berlari
sambil dan tetap mengucapkan ucapan yang sama, “Merry Christmas!”. Wah, jadi
tambah bingung, “ada apa ini?”.
Hari terus berjalan,
kegiatan berlanjut seperti biasanya, hanya sejak saat itu tidak ada lagi ucapan
selamat natal lagi. Berita tentang ucapan selamat natal ini mulai bergulir ke
lantai 2 dimana banyak engineer beraktifitas. Keanehan ucapan itu akhirnya juga
menjadi bahan analisis para engineer untuk dicari sebabnya.
Pada suatu sore,
kira-kira setangah jam sebelum jam pulang, ada engineer yang baru saja
menyelesaikan sholat Asharnya yang sudah agak terlambat, di mushola di lantai
3. Ketika dalam perjalanan menuju meja kerjanya di lantai 2, perjalanan itu
pasti melewati ruang beliau si penerima ucapan selamat Natal itu. Kebetulan
saat itu pintu ruangnya terbuka. Seperti biasanya beliau duduk menghadap pintu
keluar sambil menatap computer kerjanya, sehingga dari jauh sangat mudah untuk
mengenalinya. Hari itu, jam sore itu, badan beliau kelihatan sangat besar alias
gemuk karena jaket tebal yang digunakannya. Bahkan nampaknya bukan hanya jaket
itu yang dipakai tetapi dilapisi dengan kaos dalam, kaos panjang, baju dinas
dan terakhir Jaket tebal itu. Tidak cukup dengan itu maka di leher melingkar
shal khusus warna merah orange, warna kebanggaan supporter The Jack Mania,
sementara kepalanya ditutup dengan topi berbulu penahan dingin yang sekaligus
memiliki sirip samping penutup telinga. Lengkap sudah.
Terpaksa
engineer itu berhenti sejenak untuk sekedar mengamati lebih jelas, sekaligus
ingin menyapa beliau. Musim dingin kali ini sepertinya memang datang lebih
awal, sehingga wajar saja kalau bagi engineer Indonesia tidak terkecuali beliau
harus menutupi tubuhnya dengan berlapis lapis pakaian penghangat. Namun
demikian bagi orang Korea barangkali respon seperti ini dianggap berlebihan,
dianggap aneh. Apalagi sampai harus menutup leher dangan shal, menutup kepala
dengan topi berbulu anti dingin dan bersirip yang sebenarnya style seperti itu
lebih sering dilihat di akhir bulan Desember. Oleh karena itu menjadi jelas
sekarang kenapa ada ucapan “merry christmas”. Ucapan itu sepertinya memang
disengaja, alias ucapan dengan sedikit menggoda, ”Natal Masih Jauh Pak, tapi
kok baju dan style Natal kok sudah dipakai sekarang!”. Barang kali itu yang
dipikirkan gadis-gadis Korea itu. Tentu saja beliau hanya membalas dengan
senyumnya yang khas dan berwibawa.
Daejeon,
November 06 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar