Jumat, 07 Oktober 2016

Merry Christmas di bulan Nopember…


Merry Christmas di bulan Nopember…
Mati Ketawa Gaya Korea 25

B

ulan November belumlah terlalu lama umurnya, sementara ucapan selamat natal dari beberapa gadis Korea telah begitu sering terlontar setiap jam pulang untuk anggota tim Balitbang yang berkantor di lantai 3 CRDC. Awalnya hal tersebut dianggap sebagai salah ucap saja, dimaklumi saja, karena bagaimanapun bahasa Inggris adalah bukan bahasa ibu mereka, sehingga anggap saja mereka salah ucap. Anggap saja sebenarnya mereka ingin mengucapkan selamat malam, tetapi salah ucap menjadi selamat natal, “Merry Christmas”. Kejadian yang sama berulang untuk keesokan harinya pada jam yang sama dan untuk orang yang sama. Lagi dan lagi untuk beberapa hari kemudian. “Wah, kalau begini nampaknya ada yang salah nich !, masak masih jauh dari Desember sudah mengucapkan selamat natal”, mungkin itu yang terlintas dipikiran beliau. Oleh karena itu pada hari berikutnya direncanakanlah untuk menanyakan apa maksudnya, ucapan Merry Christmas ini. Pada kisaran jam yang sama akhirnya ucapan itu muncul lagi. Dengan sigap segera ditanyakan apa maksudnya ucapan itu, wong Natal masih jauh. Namun apa daya, gadis si pengucap selamat natal ini malah tertawa cekikikan sambil berlari sambil dan tetap mengucapkan ucapan yang sama, “Merry Christmas!”. Wah, jadi tambah bingung, “ada apa ini?”.

Hari terus berjalan, kegiatan berlanjut seperti biasanya, hanya sejak saat itu tidak ada lagi ucapan selamat natal lagi. Berita tentang ucapan selamat natal ini mulai bergulir ke lantai 2 dimana banyak engineer beraktifitas. Keanehan ucapan itu akhirnya juga menjadi bahan analisis para engineer untuk dicari sebabnya.

Pada suatu sore, kira-kira setangah jam sebelum jam pulang, ada engineer yang baru saja menyelesaikan sholat Asharnya yang sudah agak terlambat, di mushola di lantai 3. Ketika dalam perjalanan menuju meja kerjanya di lantai 2, perjalanan itu pasti melewati ruang beliau si penerima ucapan selamat Natal itu. Kebetulan saat itu pintu ruangnya terbuka. Seperti biasanya beliau duduk menghadap pintu keluar sambil menatap computer kerjanya, sehingga dari jauh sangat mudah untuk mengenalinya. Hari itu, jam sore itu, badan beliau kelihatan sangat besar alias gemuk karena jaket tebal yang digunakannya. Bahkan nampaknya bukan hanya jaket itu yang dipakai tetapi dilapisi dengan kaos dalam, kaos panjang, baju dinas dan terakhir Jaket tebal itu. Tidak cukup dengan itu maka di leher melingkar shal khusus warna merah orange, warna kebanggaan supporter The Jack Mania, sementara kepalanya ditutup dengan topi berbulu penahan dingin yang sekaligus memiliki sirip samping penutup telinga. Lengkap sudah.

Terpaksa engineer itu berhenti sejenak untuk sekedar mengamati lebih jelas, sekaligus ingin menyapa beliau. Musim dingin kali ini sepertinya memang datang lebih awal, sehingga wajar saja kalau bagi engineer Indonesia tidak terkecuali beliau harus menutupi tubuhnya dengan berlapis lapis pakaian penghangat. Namun demikian bagi orang Korea barangkali respon seperti ini dianggap berlebihan, dianggap aneh. Apalagi sampai harus menutup leher dangan shal, menutup kepala dengan topi berbulu anti dingin dan bersirip yang sebenarnya style seperti itu lebih sering dilihat di akhir bulan Desember. Oleh karena itu menjadi jelas sekarang kenapa ada ucapan “merry christmas”. Ucapan itu sepertinya memang disengaja, alias ucapan dengan sedikit menggoda, ”Natal Masih Jauh Pak, tapi kok baju dan style Natal kok sudah dipakai sekarang!”. Barang kali itu yang dipikirkan gadis-gadis Korea itu. Tentu saja beliau hanya membalas dengan senyumnya yang khas dan berwibawa.

Daejeon, November 06 2012

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar