AGUNG dan ELDAD
Mati Ketawa Gaya Korea 3
|
P
|
ersahabatan dua
orang yang sungguh menakjubkan. Bagaimana tidak, dengan perbedaan yang begitu
mencolok, mereka tetap bersahabat dekat dalam suka dan duka. Agung suka
bertualang dari gunung ke gunung, kota ke kota, sementara Eldad ogah. Eldad
sulit menghindari kebiasaan membakar tembakau, sementara Agung mungkin sudah
pusing baru mendengarnya aja. Dari
situlah terlihat betapa persahabatan mereka begitu menakjubkan, dalam
perbedaan. Ada hal yang meskipun terpaksa, keduanya sepakat menyatukan hati
untuk hadir, selalu hadir karena tidak bisa menghindar Kelas Bahasa Korea.
Seperti
biasanya, sebagai dua sahabat dekat mereka duduk di posisi yang tidak
berjauhan. Hal ini tentu mudah dipahami. Di kelas bahasa Korea ini, meskipun
Agung bisa dibilang masuk lebih awal beberapa bulan, namun performance nya
nampaknya tidak menunjukkan bahwa dia sudah belajar lebih lama. Mungkin Agung
sengaja tidak ingin menonjolkan diri karena takut menyinggung sahabatnya itu.
Seperti biasanya
juga, Dr.Sin dengan selalu menunjuk secara acak agar si murid benar-benar
menyiapkan diri. Namun bagi Agung dan Eldad, ke acakan inilah yang mereka
anggap petaka, karena hasilnya berupa kegagapan demi kegagapan yang menjadi
bahan tertawaan murid-murid lain, termasuk gurunya. Namun Eldad sedikit lebih
cerdik. Untuk menghidari penunjukkan oleh Dr.Sin maka biasanya dia buru-buru
bertanya. Bertanya apa saja yang bisa ditanyakan, pokoknya asal agar nggak
ditunjuk disuruh baca aja. Trik ini cukup berhasil. Namun Agung begitu jujur
dan polos, mengikuti pelajaran dengan sepenuh hati sebagai sebenar
benarnya murid.
Meskipun
sahabatan, Agung tidak pernah tahu kalau Eldad begitu berterima kasih dengan
kehadiran Agung di kelas, karena dengan kehadiran Agung maka perhatian Dr.Sin
akan terpecah menjadi tidak sepenuhnya ke dia. Tentu ini menguntungkan bagi
Eldad. Namun lagi-lagi, Eldad memang cerdik. Mungkin air dari danau Toba inilah
yang membuat dia cerdik. Disaat Dr.Sin sedang berfikir sambil mencari murid
yang dia akan tunjuk untuk membaca, Eldad sudah merasa "ah pasti ke gua nich, pasti ke gua nich, wah bisa
malu gua'.
Dalam situasi
genting seperti ini biasanya suasana begitu hening, karena tak ada seorang
muridpun yang berani bersuara, karena bersuara artinya mengambil perhatian dan
harus siap untuk ditunjuk. Jadi smua diam seribu basa. Sementara Eldad, dia
juga diam sambil memaksa otaknya bekerja keras untuk mencari solusi agar dia
tidak ditunjuk. Secepat kilat, idepun melesat. Eldad cukup mengucapkan kata
sederhana, "Agung".
Kata
"Agung" yang diucapkan Eldad bagi Dr.Sin menjadi seperti pemecah
kebuntuan saat berfikirnya yang sejenak itu. Kata “Agung” yang dilontarkan
Eldad itu seperti menjadi sihir untuk Dr.Sin. Tanpa pikir panjang, Dr.Sin pun
mengikuti apa kata dan irama yang disebutkan Eldad. "Agung"
"Yes
Agung", kata Dr.Sin dengan mantab sambil menunjuk Agung. Dan suasana kelas
menjadi gegap gempita karena masing-masing murid sperti terbebas dari jatuhan
bencana. Bagi Eldad ini merupakan keberhasilannya untuk yang kesekian kalinya.
Itulah sebabnya dia sangat berterima kasih atas kehadiran Agung di kelas itu.
Namun bagi
Agung, atas "Petaka" berulang yang mengejutkan ini dia tidak bisa
membela diri. Lagi dan lagi dia hanya bisa jawab dengan "ah" dan
"uh" saja. Atau bilang "nggak siap", yang jelas akan
ditolak oleh Dr.Sin.
Menghindar dari
tunjukan Dr.Sin jelas nggak bisa. Meskipun dengan "Ah Uh", meskipun
bilang "belum bisa atau nggak siap", akhirnya dia tetep coba juga.
Meskipun terbata-bata, dunia mencatat, akhirnya dia menjadi murid kesayangan
Dr.Sin.
Mereka menjadi
murid kesayangan Dr. Sin sehingga sampai terakhirpun beliau tidak rela untuk
melepas dan menaikkan mereka ke kelas yang lebih tinggi, yang berarti berpisah
dengan sang Guru. Issue yang disebar
mereka (si murid), mereka sebenarnya memang menolak untuk pindah karena terlalu
sayang dengan sang Guru, walaupun diiming-imingi guru Bahasa Korea yang
tercantik di CRDC (Mrs. WM).
Catatan:
Ternyata issue itu tidak benar, namanya juga "Orang Belet Banyak Akal
(OBBA)".
"Kalau nama kedua tokoh aku sebut
apa adanya karena itu bentuk rasa sayangku pada mereka berdua"
Daejeon,
Mei 15 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar