Jumat, 07 Oktober 2016

AGUNG dan ELDAD


AGUNG dan ELDAD
Mati Ketawa Gaya Korea 3


P

ersahabatan dua orang yang sungguh menakjubkan. Bagaimana tidak, dengan perbedaan yang begitu mencolok, mereka tetap bersahabat dekat dalam suka dan duka. Agung suka bertualang dari gunung ke gunung, kota ke kota, sementara Eldad ogah. Eldad sulit menghindari kebiasaan membakar tembakau, sementara Agung mungkin sudah pusing baru  mendengarnya aja. Dari situlah terlihat betapa persahabatan mereka begitu menakjubkan, dalam perbedaan. Ada hal yang meskipun terpaksa, keduanya sepakat menyatukan hati untuk hadir, selalu hadir karena tidak bisa menghindar Kelas Bahasa Korea.

Seperti biasanya, sebagai dua sahabat dekat mereka duduk di posisi yang tidak berjauhan. Hal ini tentu mudah dipahami. Di kelas bahasa Korea ini, meskipun Agung bisa dibilang masuk lebih awal beberapa bulan, namun performance nya nampaknya tidak menunjukkan bahwa dia sudah belajar lebih lama. Mungkin Agung sengaja tidak ingin menonjolkan diri karena takut menyinggung sahabatnya itu.

Seperti biasanya juga, Dr.Sin dengan selalu menunjuk secara acak agar si murid benar-benar menyiapkan diri. Namun bagi Agung dan Eldad, ke acakan inilah yang mereka anggap petaka, karena hasilnya berupa kegagapan demi kegagapan yang menjadi bahan tertawaan murid-murid lain, termasuk gurunya. Namun Eldad sedikit lebih cerdik. Untuk menghidari penunjukkan oleh Dr.Sin maka biasanya dia buru-buru bertanya. Bertanya apa saja yang bisa ditanyakan, pokoknya asal agar nggak ditunjuk disuruh baca aja. Trik ini cukup berhasil. Namun Agung begitu jujur dan polos, mengikuti pelajaran dengan sepenuh hati sebagai sebenar benarnya  murid.

Meskipun sahabatan, Agung tidak pernah tahu kalau Eldad begitu berterima kasih dengan kehadiran Agung di kelas, karena dengan kehadiran Agung maka perhatian Dr.Sin akan terpecah menjadi tidak sepenuhnya ke dia. Tentu ini menguntungkan bagi Eldad. Namun lagi-lagi, Eldad memang cerdik. Mungkin air dari danau Toba inilah yang membuat dia cerdik. Disaat Dr.Sin sedang berfikir sambil mencari murid yang dia akan tunjuk untuk membaca, Eldad sudah merasa "ah  pasti ke gua nich, pasti ke gua nich, wah bisa malu gua'.

Dalam situasi genting seperti ini biasanya suasana begitu hening, karena tak ada seorang muridpun yang berani bersuara, karena bersuara artinya mengambil perhatian dan harus siap untuk ditunjuk. Jadi smua diam seribu basa. Sementara Eldad, dia juga diam sambil memaksa otaknya bekerja keras untuk mencari solusi agar dia tidak ditunjuk. Secepat kilat, idepun melesat. Eldad cukup mengucapkan kata sederhana, "Agung".

Kata "Agung" yang diucapkan Eldad bagi Dr.Sin menjadi seperti pemecah kebuntuan saat berfikirnya yang sejenak itu. Kata “Agung” yang dilontarkan Eldad itu seperti menjadi sihir untuk Dr.Sin. Tanpa pikir panjang, Dr.Sin pun mengikuti apa kata dan irama yang disebutkan Eldad. "Agung"

"Yes Agung", kata Dr.Sin dengan mantab sambil menunjuk Agung. Dan suasana kelas menjadi gegap gempita karena masing-masing murid sperti terbebas dari jatuhan bencana. Bagi Eldad ini merupakan keberhasilannya untuk yang kesekian kalinya. Itulah sebabnya dia sangat berterima kasih atas kehadiran Agung di kelas itu.

Namun bagi Agung, atas "Petaka" berulang yang mengejutkan ini dia tidak bisa membela diri. Lagi dan lagi dia hanya bisa jawab dengan "ah" dan "uh" saja. Atau bilang "nggak siap", yang jelas akan ditolak oleh Dr.Sin.

Menghindar dari tunjukan Dr.Sin jelas nggak bisa. Meskipun dengan "Ah Uh", meskipun bilang "belum bisa atau nggak siap", akhirnya dia tetep coba juga. Meskipun terbata-bata, dunia mencatat, akhirnya dia menjadi murid kesayangan Dr.Sin.

Mereka menjadi murid kesayangan Dr. Sin sehingga sampai terakhirpun beliau tidak rela untuk melepas dan menaikkan mereka ke kelas yang lebih tinggi, yang berarti berpisah dengan sang Guru.  Issue yang disebar mereka (si murid), mereka sebenarnya memang menolak untuk pindah karena terlalu sayang dengan sang Guru, walaupun diiming-imingi guru Bahasa Korea yang tercantik di CRDC (Mrs. WM).

Catatan: Ternyata issue itu tidak benar, namanya juga "Orang Belet Banyak Akal (OBBA)".
                   "Kalau nama kedua tokoh aku sebut apa adanya karena itu bentuk rasa sayangku pada mereka berdua"

Daejeon, Mei 15 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar