Simulasi ini dilakukan semata untuk menyambut atau menjemput
keluarga yang mungkin akan berkunjung ke Korea via Gimhae International
Airport. Penerbangan Air Asia dari Indonesia atau Kuala lumpur kebetulan jadwal
kedatangan umumnya sekita jam 8.30 WK kecuali ada satu hari dalam seminggu
jadwal kedatangan jam 6.10. Katakanlah pesawat landing jam 8.30, dengan asumsi proses
keimigrasian dan bagasi sekitar 1 jam maka keluarga akan sudah keluar dari
gerbang kedatangan sekitar jam 9.30. Agar keluarga tidak terlalu lama menunggu,
maka penjemputan harus disesuaikan. Bagi kita yang tinggal di Sacheon, ada
beberapa pilihan :
1.
Carter Taxi. Belum di coba, tetapi ada info
bahwa pemilik Warung Indonesia (Mbak Ana) di Samcheonpo memiliki pelanggan
sopir taxi yang lumayan dapat berkomuniksi
dengan bahasa Indonesia. Ini nomor kontak Bu ana : +821044421295. Berapa
ongkosnya, silakan kontak sendiri.
2.
Menginap semalam di Busan agar esok harinya
pagi-pagi sekali sudah standby di Gimhae Airport. Di sekitar terminal Sasang
atau di sekitar rumah makan “Rindu Kampung” banyak penginapan yang dapat
dipakai. Melalui AGODA internet dapat dilihat banyak hotel dengan tarip dibawah
50.000 KRW per orang permalam di sekitar Sasang, atau kalau jeli mungkin dapat
diperoleh hotel atau guesthouse dengan tarip di bawah 25.000 KRW per orang per
malam.
3.
Pilihan ketiga naik bus dari Sacheon pakai trip
pertama dari terminal Sacheon.
Nah option ketiga inilah yang
akan kami share dengan teman-teman yang kebetulan tinggal di Sacheon.
Berangkat dari apartement Myeong
Poom A habis subuh, jam 5.30 WK. Udara sangat dingin tentu, tapi niat yang kuat
untuk menjemput keluarga mengalahkan suhu dingin yang menusuk tulang.
Perjalanan pertama menuju ke terminal Sacheon. Jam segitu tentu belum ada Bus
kota yang lewat. Kalau nggak mau capek cukup panggil taxi pakai program
aplikasi android. Tapi, kalau gaptek memakai jasa teknologi android, pilihannya
adalah jalan kaki sebelum mobil dinas disediakan.
Berangkat jam 5.30 pagi, masih
gelap, 9 orang berangkat dari apartemen Myeong Poom A menuju terminal Sacheon.
Dengan langkah cepat, seperti lomba jalan cepat, perjalanan dapat ditempuh
dalam waktu sekitar 35-40 menit. Dengan demikian sampai di terminal Sacheon
masih sempat naik bus trip pertama ke Busan yaitu Jam 6.25 WK. Kalau jadwal jam
6.25 tidak terkejar maka dapat menunggu jadwal berikutnya yaitu jam 7.10 WK.
Beli tiket langsung di loket
terminal, dan siapkan uang 8000 KRW untuk menebus tiketnya.
Karena capek, tidak dapat cerita
perjalanan dari Sacheon ke Busan, tau-tau bus sudah siap-siap masuk terminal
Sasang, Busan. Karena tidak macet, Sacheon Sasang ditempuh dalam waktu sekitar
1 jam 20 menit. Jalan sebentar untuk orientasi lingkungan terminal, kemudian
keluar terminal menuju perempatan jalan, diseberang jalan sudah akan kelihatan
stasiun atau halte LRT (Light Rail Transit), demikian pula rail way nya yang
berada di atas. Dari terminal Sasang, untuk mencapai halte LRT Sasang dengan
jalan kaki butuh waktu tidak lebih dari 5 menit. Cukup dekat kok.
Karena hari itu ada festival maka
sebelum naik ke halte LRT disempatkan dulu mejeng, sekedar menghargai panitia
yang sudah bersusah payah menyiapkan aneka bunga berbagai bentuk yang bagus itu.
Festival di sebelah terminal
Sasang
Festival di sebelah terminal
Sasang, di belakang terlihat Halte LRT
Festival di sebelah terminal Sasang, di belakang terlihat Halte LRT
Perempatan Terminal Sasang dan di belakang terlihat Halte LRT Sasang
Untuk naik ke lantai atas halte
LRT cukup menyiapkan T-Money (1200 KRW), atau uang Cash 1200 KRW. Tidak perlu
takut salah naik karena begitu masuk halte sudah akan disambut petunjuk arah menuju
Gimhae airport
Mejeng dulu di Halte LRT Sasang
Gerbong LRT setara dengan 3 bus
kota yang dijejer kebelakang dengan kursi yang menempel di jedela, sementara
bagian tengah kosong disiapkan untuk penumpang berdiri. Rel LRT disediakan ganda
sehingga dapat melayani arah bolak
balik. LRT dioperasikan secara otomatis, kaarena selama perjalanan tidak
terlihat masinis atau sopir yang mengendalikan. Cuma ada satu orang perempuan
yang bertugas seperti mengontrol atau mambantu penumpang yang memerlukan
bantuan.
Orang Korea paham bahwa kursi itu
memang disiapkan untuk para senior citizen. Maka kalau dua orang ini duduk di situ
maka tidak akan diprotes.
Frequensi LRT lewat Sasang menuju
Gimhae airport lumayan sering (setiap 6 menit) sehingga tidak perlu khawatir. Naik
LRT menuju arah Gwaebeop Renecite setelah melewati 2 halte dalam waktu kurang
dari 10 menit sudah akan sampai di airport.
Light Rail Transit Map jurusan
Gimhae airport.
Keluar halte LRT Gimhae airport
sudah akan langsung terlihat pesawat berjejer. Jalan sedikit menyusuri trotoar
akan ketemu gerbang airport baik untuk kedatangan maupun keberangkatan.
Airport Sasang tidak sebesar
Soekarno Hatta, Changi ataupun Incheon sehingga begitu masuk gerbang Gimhae
International Airport tidak sulit mencari pintu kedatangan maupun
keberangakatan. Juga untuk orang Indonesia yang barangkali mencari Checkin
counter Airasia juga tidak sulit. Hanya saja bandara ini lumayan padat oleh
calon penumpang. Di sekeliling pintu kedatangan atau keberangkatan juga ada
beberapa toko sekelas GS25 ataupun toko makanan, sehingga barangkali saja kita
agak terlambat menjemput maka sambil menunggu saudara kita yang akan dijemput
dapat saja membeli makanan yang dijual disitu.
Apabila terpaksanya kita tidak
dapat menjemput dengan alasan apapun, maka dengan panduan sederhana juga tidak
terlalu sulit untuk perjalanan dari Gimhae menuju terminal Sasang. Keluar
bandara sudah ada petunjuk untuk menuju Sasang atau kota lain. Untuk menuju
Sasang terminal bus, paling tidak ada 3 cara yaitu :
Naik LRT, rasanya ini yang paling
mudah. Cukup mengikuti petunjuk arah menuju halte LRT dengan jalan kaki, bayar
tiket masuk halte LRT dengan T-Money atao uang cash 1200 KRW.
Keluar bandara Gimhae, petunjuk
arah naik LRT atau Bus.
Mangkuti petunjuk tersebut untuk
menuju halte LRT maka akan ditemui gerbang LRT Gimhae airport seperti ini.
Option kedua menggunakan Bus dan
option ketiga menggunakan taxi.
Pintu masuk Halte LRT Gimhae
Menuju Sasang Bus terminal dengan
LRT, maka LRT akan bergerak ke arah halte Seobusan Yutogjigu.
Seperti halnya saat berangkat
menuju bandara, maka perjalanan balik ini juga memerlukan waktu kurang dari 10
menit. Setelah sampai Sasang, kalau langsung mau ke Sacheon Sacheon dapat
segera langsung masuk terminal. Ada petunjuk dalam bahasa Korea loket untuk
tujuan Sacheon. Kalau kesulitan, disitu ada bagian informasi yang dapat
berbahas Inggris. Namun kalau langsung mau jalan-jalan ke pusat kota Busan misalnya
maka lewat terminal atau dapat juga langsung lewat jalan penyeberangan bawah
tanah yang ada di perempatan Sasang ada petunjuk arah menuju kereta bawah tanah
Line 2.
Map subway Busan Line 1, 2 dan 3.
Dari Sasang untuk menuju Line 2
dapat bertanya kepada petugas yang ada atau kadang kala ada volunter (anak
sekolah semacam kegiatan pramuka kali) yang dapat membantu menunjukkan. Untuk
menuju pusat kota, Busan Station, maka harus berganti dari Line 2 ke Line 1.
Dari Sasang, dengan Line 2 melewati 7 stasion dan turun di stasiun Seomyeon.
Dari Seomyeon berpindah kereta Line 1. Dari Line 2 untuk berganti ke Line 1,
maka harus berjalan melewati beberapa puluh buah anak tangga. Berpindah Line
ini tidak ada biaya tambahan apalagi bila menggunakan T-Money. Pastikan naik
Line 1 yang menuju arah Beonaegol karena kereta yang bergerak ke arah itulah
yang menuju ke Busan Stasion. Untuk sampai di Busan Stasiun dari Seomyeon harus
meliwati 5 stasiun. Sesampai di Busan Stasiun maka begitu keluar akan langsung
berada di tempat terbuka semacam alun-alun.
Dari alun-alun Busan barangkali
akan berwisata menyusuri Busan menggunakan City Tour Bus maka di samping
alun-alun inilah Bus City tour menunggu penumpang.
Selamat menyusuri Busan.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar